H412dy's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kepemimpinan Pendidikan Desember 12, 2009

Filed under: PENDIDIKAN — Hendra Irama @ 3:58 pm

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN materi kuliah

A. Pengertian Kepemimpinanan.

Kepemimpinan adalah kemampuan dari seseorang/kelompok orang untuk memperoleh kepercayaan dari orang yang dipimpinya dan ketrampilan untuk menggerakkan orang-orang yang dipimpinya sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai secara efektif, efisien dan ekonomis Kepemimpinan adalah berhubungan dengan masalah relasi dan pengaruh antara pemimpin dengan yang dipimpinya. Dengan demikian Kepemimpinan ini bisa berfungsi atas dasar kekuasaan pemimpin untuk mengajak, mempengaruhi dan menggerakkan orang lain guna melakukan sesuatu demi tercapainya tujuan tertentu Pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dapat mempengaruhi dan mengarahkan tindak tanduk bawahannya sedemikian rupa sehingga tindak tanduk tersebut sesuai dengan keinginan pimpinan yang bersangkutan Seorang pemimpin; baik itu administrator, manager, kepala, ketua dan sebagainya, pada hakekatnya dinilai dari kriteria prosentase keputusanya direalisasi dan sejauhmana keputusan-keputusan itu dapat mempercepat proses pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. (Visi-Missi). Visi adalah sebuah gambaran masa depan organisasi yang diinginkan… sebagai sebuah impian yang mirip dengan statemen misi … sebuah pandangan masa depan yang realistis, kredibel, dan menarik, sebuah kondisi yang memiliki cara yang lebih baik daripada cara yang sudah ada sebelumnya (Bennis and Nanus 1985 dalam Tony Bush) Visi adalah masa depan yang dipilih, sebuah keadaan yang diinginkan. Ia merupakan sebuah ekpresi optimisme dalam lingkungan birokrasi naupun non birokrasi. Seorang pemimpin perlu merumuskan visi dan selalu berusaha untuk mencapai visi yang dirumuskan melalui aksi misi yang kongkrit. Visi dan misi akan mudah dicapai atau dilakukan apabila hal tersebut dirumuskan bersama antara pemimpin dengan orang yang dipimpinya. Ada beberapa pendapat yang ditawarkan tentang pedoman pembentukan visi dan misi antara lain: Visi adalah sebagai a. Gamabaran masa depan suatu organisasi, baik dipandang dari intern maupun ekstern organisasi dan masyarakat luas, b. Gambaran proses perubahan yang diinginkan berdasarkan masa depan terbaik yang hendak dicapai c. Pandangan seorang pemimpin tentang apa yang menyebabkan keutamaan atau keunggulan suatu organisasi, d. Refkesi asumsi, nilai dan keyakinan dari watak dan sifat manusia Misi merupakan langkah stategis untuk mencapai visi, merupakan referensi dalam membuat keputusan, mentukan strategis dan kebijakan, implementasi penilaian sikap dan prilaku, memberi informasi dan bimbingan kearah yang dituju. (Limb, 1992) Kepemimpinan dalam pendidikan seorang pemimpin harus mampu merumuskan dan mewujudkan tujuan pendidikan yang ditetapkan searah dengan tujuan tingkat yang lebih tinggi dengan prinsip Semakin tinggi kedudukan kepemimpinan seseorang dalam suatu organisasi, ia memerlukan semakin banyak “Managerial Skill” (MS) dan kurang kebutuhan akan “Technical Skill’ (TS). Kedudukan pemimpin (supervisory management, middle management, top management) Masalah; Siapa pemimpin, bagaimana proses seseorang menjadi pemimpin. Apakah secara (genetic, lingkungan, pengalaman atau pendidikan )? atau semuanya. Coba identifikasikan terjadinya kepemimpinan di lingkungan kita. Tugas Ciri –ciri mana yang paling banyak dimiliki oleh seorang pemimpin yang saudara jumpai. B. Hubungan Kepemimpinan, Organisasi, Manajemen dan Administrasi Apakah organisasi, manajemen dan administrasi dan bagaimana hubunganya dengan kepemimpinan ?. Menurut Sondang P. Siagian bahwa organisasi adalah Setiap bentuk persekuatuan antar dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk memcapai tujuan bersama dan terikat secara formal dalam suatu hirarki yang selalu terdapat hubungan antara pemimpin dan orang yang dipimpinya Sedangkan menurut William G. Scott, organisasi merupakan sistem kegiatan yang terkoordinasi dari kelompok orang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama di bawah kewenangan dan kepemimpinan. Menurut Dr. Sukanto Reksohadiprodjo Manajemen adalah Suatu usaha merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinir serta mengawasi kegiatan dalam organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif. Menurut Sondang P.S. bahwa administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih atas dasar rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Administrasi merupakan seperangkat pengaturan mengenai pembagian tugas, cara kerja, dan hubungan antara pekerjaan yang satu dengan yang lain yang dikendalikan oleh seorang pemimpin dalam suatu organisasi. Kepemimpinan merupakan kegiatan inti dari organisasi, manajemen dan administrasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan tergantung pada kepemimpinannya yaitu apakah kepempinan tersebut mampu menggerakkan semua sumber daya manusia, sumber daya alam, sarana, dana dan waktu secara efektif-efisien serta terpadu dalam proses manajemen . Tugas Diskusi Buatlah suatu ilustrasi/contoh suatu organisasi dalam menjalankan prinsip kepemimpinan, manajemen dan administrasi TEORI, SIFAT DAN SYARAT PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN A. TEORI PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN Prolog: kapan pemimpin dan kepemimpinan ada dan bagaimana asal muasal pemimpin?. Kepemimpinan ada sejak adanya peradaban manusia, dimana sejak nenek moyang manusia berkumpul bersama dan bekerja sama dalam mempertahankan eksistensi hidupnya dari kebuasan binatang dan alam sekitar. Ada tiga teori tentang asal muasal pemimpin yaitu (a) teori genetik; bahwa pemimpin muncul karena bakat alami melalui keturunan. (b) teori sosial; bahwa pemimpin muncul karena diusahakan/disiapkan melalui pendidikan, pengalaman serta adanya kemampuan diri, bukan karena keturunan. (c) teori ekologis atau sintetis; mengatakan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena adanya bakat alami sebagai pemimpin dan dikembangkan melalui pengalaman dan pendidikan serta didukung dengan tuntutan lingkungan ekologisnya. Teori Kepemimpinan Teori kepemimpinan, muncul dari studi ilmiah terhadap kepemiminan, menurut G.R Terry dan ahli lain teori kepemimpinan ada beberapa macam yaitu; 1. Teori Otokratis; menurut teori ini seorang pemimpin harus tegas, ketat dalam pengawasan, main perintah, paksaan dan bertindak sebagai wasit, kaku, menuntut loyalitas yang tinggi 2. Teori Psikologis; menyatakan bahwa seorang pemimpin harus mampu memunculkan dan mengembangkan sistem motivasi dengan memperhatikan sifat-sifat psikis manusia, martabat, status sosial, keinginan, kebutuhan, minat dari bawahan. 3. Teori Sosiologis; menganggap kepemimpinan suatu usaha untuk melancarkan relasi dalam organisasi, dalam menetapkan tujuan dan mengambil keputusan menyertakan bawahan, menjunjung kerjasama, memberi petunjuk yang diperlukan oleh bawahan. 4. Teori Suportif; menganggap pemimpin harus mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, penuh gairah, kerjasama, membimbing sebaik-baiknya melalui policy, mengembangkan bakat dan ketrampilanya. 5. Teori Kelakuan pribadi; seorang pemimpin harus fleksibel, luwes, bijaksana, memperhatikan langkah-langkah dalam mengambil keputusan. 6. Teori Sifat-sifat orang besar; seorang pemimpin harus memiliki intelegensi yang tinggi, banyak inisiatif, energik, kedewasaan emosi persuasive, percaya diri dan terampil dalam berkomunikasi, kreatif dan partisipatif. 7. Teori situasi; beranggapan bahwa pemimpin harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi, lingkungan dan tuntutan zaman dan bawahanya. 8. Teori humanistik; teori ini merealisir kebebasan manusia dan memenuhi harapan dan keinginan rakyatnya dan dicapai melalui interaksi pemimpin dengan bawahanya B. SIFAT – SIFAT PEMIMPIN Ordway Tead mengemukakan 10 sifat kepemimpinan yaitu; 1. Energi jasmani dan mental; seorang pemimpin orang yang memiliki daya tahan, ulet, daya juang, motivasi kerja, disiplin , sabar dan tabah. 2. Kesadaran akan tujuan dan arah yang dituju (visi-misi) 3. Antusias ; pemimpin memiliki semangat, optimis, gairah dan kegembiraan yang besar. 4. Keramahan dan kecintaan; 5. Integritas ( keutuhan, kejujuran dan ketulusan hati) 6. Penguasaan teknik (technical mastery) 7. Ketegasan dalam mengambil keputusan (decisiveness) 8. Kecerdasan (intelligence) 9. Ketrampilan dalam mengajar (teaching skill) 10. Kepercayaan diri (faith) Sedangkan George R. Terry menyebutkan 10 sifat pemimpin yang unggul yaitu; 1. Kekuatan 2. Stabilitas emosi ; tidak mudah marah, tersinggung dan emosi terkontrol 3. Pengetahuan tentang relasi insani; memahami sifat, watak, prilaku, kelebihan dan kelemahan bawahan 4. Kejujuran; 5. Obyektif 6. Dorongan pribadi; menyadari pelayanan dan pengabdian 7. Ketrampilan berkomunikasi 8. Kemampuan mengajar 9. Ketrampilan sosial 10. Kecakapan teknis dan managerial C. SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN Konsepsi persyaratan kepemimpinan ada tiga hal , yaitu; • Kekuasaan • Kewibawaan • Kemampuan Menurut Earl Nightingate dan Whitt Schult ada 15 syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu; 1. Kemandirian 2. Rasa ingin tahu yang besar 3. Multiterampil 4. Humoris 5. Selalu ingin mendapatkan yang sempurna 6. Adaftif 7. Sabar dan ulet 8. Waspada, peka, jujur, optimis, dan gigih 9. Komunikatif 10. Berjiwa wiraswasta 11. Sehat jasmani, dinamis, sanggup dan suka menerima tugas, berani menanggung resiko 12. Berpengetahuan luas 13. Memiliki motivasi yang tingi 14. Punya imajinasi tinggi, daya kombinasi, dan daya inovasi. Syarat –syarat pemimpin yang baik: 1. Pendidikan yang luas 2. Kemampuan berkembang secara mental ( mental kepemimpinan harus terus tumbuh) 3. Ingin tahu (tidak puas dengan hal yang telah dicapai, kemampuan untuk berobah sesuai dengan tuntutan keadaan inovatif dan kreatif 4. Kemampuan analitis ( menganalisis situasi yang dihadapi secara teliti, mantap, dan matang) 5. Memiliki daya ingat yang tinggi 6. Kapabilitas integrative (menghadapi keanekaragaman fungsi, kepentingan, spesialisasi bawahan) 7. Ketrampilan berkomunikasi 8. Ketrampilan mendidik 9. Rasionalitas dan obyektifitas 10. Pragmatisme (memperhitungkan kesediaan berbagai sumber) 11. Sence of priority ( menetukan mana yang penting) 12. Sense of urgency (Skala prioritas) 13. Sense of timing (Ketepatan untuk bertindak) 14. Sense of cohesiveness (merasa satu dengan yang dipimpin) 15. Sense of relevance ( (relevansi keputusan dengan tujuan yang ingin dicapai) 16. Kesederhanaan 17. Keberanian (menghadapi resiko dari keputusan yang telah diambil) 18. Kemampuan mendengar 19. Adaptabilitas dan fleksibelitas (adaptif dan fleksibel dalam bertindak dan berbuat) 20. Ketegasan (untuk menjamin stabilitas organisasi) Tugas: 1. Berdasarkan teori asal usul pemimpin, coba analisis bagai mana cara seseorang menjadi pemimpin di likungan kita (Negara kita) 2. Menurut para ahli teori kepemimpinan ada 8 macam, seandainya saudara jadi seorang pemimpin teori kepemimpinan mana yang akan saudara terapkan. TIPE KEPEMIMPINAN Melalui teori dan sifat-sifat kepemimpinan dapat ditentukan tipe-tipe kepemimpinan sebagai berikut; 1. Tipe Karismatis; Tipe dimana seorang pemimpin memiliki kekuatan, daya tarik dan perbawa yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain. Dia dianggap memiliki kekuatan gaib (supernatural power) dan kemampuan yang superhuman sebagai karunia Yang Mahakuasa, totalitas kepemimpinanya memancarkan pengaruh yang luas biasa. 2. Tipe Paternalistis; Tipe kepemimpinan kebapakan, dengan sifat antara lain; (a) Dia menganggap bawahan sebagai manuasi yang belum dewasa, (b) bersikap terlalu melindungi (overly protektive), (c) jarang memberi kesempatan untuk mengambil keputusan, inisiatif, imajinatif dan daya kreatif kepada bawahan, dan (d) selalu menganggap dirinya maha-tahu dan maha-benar. 3. Tipe Militeristis; Tipe kepemimpinan ini sok kemiliter-militeran, dengan sifat antara lain: (a) menggunakan sistem perintah/komando, keras, otoriter, kaku, tidak bijaksana (b) menyenangi formalitas (c) disiplin keras dan kaku, (d) alergi terhadap saran, usul dan kritikan dan (e) komunikasi hanya berlansung satu arah. 4. Tipe Otokratis; Tipe kepemimpinan yang mendasarkan atas kekuasaan dan paksaan yang multak (penguasa absolute), Dia berambisi merajai situasi “a one-man-show”, bila mengambil kebijakan tanpa konsultasi dengan bawahan, anak buah tidak pernah diberi informasi mengenai rencana dan tindakannya, ingin berkuasa obsolut, hanya mau bersikap baik pada bawahan yang patuh terhadap perintahnya. 5. Tipe Laizzes Faire; dimana seorang pemimpin tidak mempunyai kemampuan untuk memimpin, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja dan sama sekali tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif, anak buah bekerja sendi-sendiri dan bertangungjawab sendiri tanpa ada koordinasi. Pemimpin hanya sebagai simbul saja, ia jadi pemimpim karena proses sogoan, suapan dan nepotisme. 6. Tipe populistis; dimana seorang pemimpin berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat tradisional, dengan membangun solidaritas rakyat, menekankan pada nasionalisme, kurang percaya dengan dukungan kekuatan luar negeri. 7. Tipe Administratif atau ekskutif; dimana kepemimpinan dilakukan oleh para teknokrat dan administrator yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efisien dan mampu menggerakkan modernisasi dan pembangunan, perkembangan teknis teknologi, industri, manajemen dan sosial dalam masyarakat 8. Tipe Demokratis; dimana pemimpin melakukan koordinasi dengan bawahan dengan menekankan rasa tanggungjawab internal dan kerjasama, menghargai potensi setiap bawahan dan mau mendengarkan nasehat dan sugesti dari bawahan, mampu memanfaatkan kapasitas dan keahlian bawahan. Kekuatan pemimpin terletak pada partisifasi aktif dari kelompoknya. Otoritas didelegasikan pada bawahan dan sangat bertanggungjawab, sehingga walaupun pimpinan tidak di tempat kegiatan tetap berjalan lancar. Tugas; Jika saudara menjadi seorang pemimpin tipe mana yang akan saudara lakukan, dan jika jadi bawahan tipe mana yang paling cocok untuk saudara, beri alasan. . ASAS FUNGSI DAN TEKNIK KEPEMIMPINAN Di depan telah disampaikan bahwa pemimpin merupakan seseorang yang mampu mendapatkan kepercayaan dan memiliki ketrampilan untuk menggerakkan dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Dapat dikatakan bahwa pemimpin umumnya seorang yang mampu merefleksikan sifat-sifat dan tujuan dari kelompoknya. Misalnya kelompok kriminal akan memilih orang yang paling ahli dalam bidang kejahatan. Kelompok pendidikan ia akan memilih orang yang paling paham dan ahli dalam mengatur dan mengelola pendidikan, kelompok militer akan memilih orang yang paling ahli dalam bidang dan strategi kemileteran, dan sebagainya, sehingga tujuan kelompok dapat tercapai. Dan bahkan bahkan jika ada tiga orang dalam perjalanan, maka diharapkan dapat memilih salah satu orang untuk menjadi pemimpin yang bertanggungjawab atas keselamatan kesejahteraan dan tercapainya tujuan mereka. Jadi pemimpin merupakan epitome ( ringkasan pendek) dari sikap mental kelompoknya pada saat itu. A. ASAS KEPEMIMPINAN Dari hakekat pemimpin seperti di atas, maka ada beberapa asas kepemimpinan yaitu: 1. Kemanusiaan, mengutamakan sifat-sifat manusia, yaitu membimbing manusia oleh manusia untuk mengembangkan potensi dan kemampuan setiap individu demi tujuan 2. Efisien, berprinsip hemat atas keterbatasan sumber, materi dan manusia terhadap nilai-nilai ekonomis dan manajemen modern 3. Kesejahteraan dan kebahagiaan, dalam rangka menuju taraf kehidupan yang lebih tingi dan merata. B. FUNGSI KEPEMIMPINAN Bagaimana fungsi kepemimpinan itu?. Fungsi kepemimpinan adalah memandu, menuntun, membimbing, membangun, memberi atau membangun motivasi kerja, mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi, memberikan supervisi/pengawasan yang efisien dan membawa para pengikutnya kepada sasaran yang dituju sesuai dengan ketentuan dan rencana. Agar seorang pemimpin dapat melaksankan fungsi kepemimpinan dengan baik, maka ia harus memahami teknik teknik kepemimpinan dengan baik. C. TEKNIK KEPEMIMPINAN Apakah teknik kepemimpinan itu dan bagaimana caranya?. Teknik kepemimpinan ialah kemampuan dan ketrampilan teknis serta sosial pemimpin dalam menerapkan teori kepemimpinan pada praktik kehidupan berorganisasi atau cara bertindak pemimpin dengan bantuan alat fisik dan kemampuan psikis untuk mewujudkan kepemimpinanya. Dengan definisi di atas, maka seorang pemimpin harus memiliki dan menguasai; 1. Etika profesi pemimpin 2. Kebutukan dan motivasi 3. Dinamika kelompok 4. Komunikasi 5. Kemampuan pengambilan keputusan 6. Ketrampilan berdiskusi 1. Etika Profesi Pemimpin Etika profesi pemimpin mengandung kriteria bahwa seorang pemimpin harus : a. Memiliki satu atau beberapa kelebihan dalam pengetahuan, ketrampilan sosial, kemahiran teknis, serta pengalaman sehingga ia berkompeten melakukan kewajiban dan tugas kepemimpinan. b. Mampu bersikap susila dan dewasa; merupakan sikap bertanggungjawab berdasarkan kebebasan pribadi/otonom, atas etis dan susila c. Mampu mengantrol pikiran, emosi, keinginan, dan perbuatanya sesuai dengan norma d. Selalu melandaskan diri pada nilai-nilai etis dan susila e. Terdapat kontrol diri dan sosial dan terkena sangsi atas pelanggaran yang diperbuat. 2. Kebutuhan dan Motivasi Secara umum kebutuhan manusia /pemimpin, dapat dikelompokkan menjadi tiga macam a. Kebutuhan tingkat vital biologis; sandang, pangan, papan, udara, air, rasa aman, seks dll b. Kebutuhan tingkat religius; kebutuhan atas terjaminya kebahagiaan dunia dan akhirat c. Kebutuhan tingkat sosio-budaya; berupa empati, simpati, cinta-kasih, pengakuan diri, penghargaan, status sosial, prestise., pendidikan dan ilmu pengetahuan, dll. Kebutuhan-kebutuhan pribadi tersebut dapat menimbulkan dorongan seseorang melakukan aktifitas ( berbuat, bertingkah laku, gerakan, usaha dan perbuatan) untuk memuaskan atau memenuhi suatu kebutuhan. Dorongan merupakan desakan yang dialami untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup dan merupakan kecenderungan untuk mempertahankan hidup. Kebutuhan dan dorongan-dorongan bila tidak terpenuhi akan menimbulkan ketegangan dan selanjutnya menimbulkan perbuatan dan keputusan. Dorongan-dorongan untuk memenuhi kebutuhan akan menimbulkan “ motivasi”. Motivasi, berasal dari kata motif yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Motivasi juga dapat diartikan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu , sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu. Sehingga motivasi dapat dianggap sebagai: 1. Gambaran sebagai penyebap yang akan menimbulkan tingkah laku menuju tujuan/sasaran tertentu 2. Landasan dasar, pikiran dasar, dorongan bagi seseorang untuk berbuat 3. Ide pokok yang berpengaruh besar terhadap tingkah laku manusia Dengan memahami dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan pribadi dan dorongan pada setiap bawahan, maka seorang pemimpin akan dapat memberikan motivasi yang akan dapat meningkatkan produktifitas dan aktifitas untuk mencapai tujuan organisasi karena , motivasi oleh pemimpin dapat berfungsi untuk: 1. Meningkatkan asosiasi dan integrasi kelompok 2. Menjamin efektifitas dan efisiensi kerja 3. Meningkatkan partisifasi aktif dan tanggungjawab sosial semua anggota 4. Meningkatkan produktifitas semua sektor 5. Menjamin terlaksananya realisasi diri dan pengembangan diri setiap anggota kelompok dan memberikan kesempatan untuk melakukan ekpresi bebas. Demikian juga seorang menjadi pemimpin didorong oleh berbagai macam motivasi,ada yang luhur dan ada yang lainya. BAGAI MANA DENGAN MOTIVASI KITA 3. Dinamika Kelompok Manusia adalah makhluk pribadi atau makluk individu dan makhluk sosial; Ia bebas, berkemauan, berkemampuan, beride, berprinsip, bercita-cita dan berkeinginan yang spesifik. Namun manusia tidak bisa hidup sendiri, tetapi ia hidup berkelompok, bersama-sama berdampingan dengan yang orang lain, saling berhubungan dan berkomunikasi dan saling mempengaruhi. Dengan sifat yang demikian ini, maka manusia selalu, dinamis dalam pribadi maupun kelompok/sosial dan berinteraksi. Sehingga membentuk suatu dinamika kelompok. .Dinamika kelompok dapat diartikan sebagai wujud salah satu cara untuk memahami diri sendiri dan orang lain agar dengan mudah mengadakan hubungan antar manusia (interaksi) dan hubungan kerjasama yang baik sehingga tercapai tujuan secara optimal. Dalam berkelompok manusia terjadi determinasi sosial yaitu dipengaruhi dan mempengaruhi orang lain dan lingkunganya.Yang terpenting dalam kelompok bukanya persamaan dan perbedaan tetapi interdependensi yaitu saling – ketergantungan, di mana setiap individu harus bekerjasama, mengingat keberadaan dan kepentingan orang lain untuk hidup rukun dan damai bersama-sama. Dengan demikian kepemimpinan dalam kelompok merupakan gejala interaksional dalam struktur kelompok yang memiliki tujuan bersama Akibat kekuatan yang saling mempengaruhi diantara anggota kelompok dengan pemimpinya, maka timbul dinamika kelompok dalam wujud bermacam-macam usaha dan tingkah laku kelompok. Tugas seorang pemimpin dalam kelompok adalah: 1. Memelihara struktur kelompok, menjamin interaksi yang lancar, dan memudahkan pelaksanaan tugas-tugas. 2. Menyingkronkan ideologi, ide, pikiran, dan ambisi anggota kelompok dengan pola keinginan pemimpin. 3. Memberikan rasa aman dan status yang jelas kepada anggota, sehingga bersedia berpartisifasi. 4. Memanfaatkan dan mengoptimalkan kemampuan, bakat dan produktifitas untuk berkarya dan berkreasi pada setiap anggota. 5. Menegakkan peraturan, lararangan, disiplin serta norma agar tercapai keterpaduan kelompok, dan meminimalisir konflik . 6. Merumuskan nilai-nilai, memilih tujuan kelompok sambil menentukan sarana dan cara operasional untuk mencapainya. 7. Mampu memenuhi harapan, keinginan dan kebutuhan anggota serta memecahkan kesulitan anggota Dalam berkelompok manusian akan membentuk suatu organisasi baik organisasi formal maupun informal. Organisasi formal adalah organisasi yang ada di atas kertas, dengan relasi-relasi logis berdasarkan peraturan, konvesi, dan kebijakan dari organisasi, dengan pembagian tugas pekerjaan dan hirarki kerja. Ciri- ciri organisasi formal 1. Bersifat impersonal 2. Kedudukan individu berdasarkan fungsi masing-masing dalam satu sistem hirarki, dengan tugas pekerjaan masing-masing. 3. Ada relasi formal berdasarkan alasan idiil dan konvesi dan status resmi dalam organisasi 4. Suasana kerja dan komunikasi berdasarkan pada kompetisi dan efisiensi Sedang Organisasi informal ialah sistem interelasi manusiawi berdasarkan rasa suka dan tidak suka, dengan iklim psikis yang intim, kontak muka, berhadapan muka, serta moral yang tinggi. Ciri-ciri organisasi informal ialah: 1. Terintegrasi dengan baik 2. Menjadi bagian dari kelompok formal 3. Setiap anggota kelompok terjadi interelasi berupa jaringan perikatan yang pribadi disertai komunikasi akrap 4. Terdapat ikliom psikis suka dan tidak suka atau acuh dan tidak acuh 5. Dimuati afeksi dan emosi-emosi tertentu. Di dalam setiap kelompok, setiap orang memiliki status sosial dan mengharapkan pengakuan dan respek dari anggota yang lain dan pemimpinnya, maka seorang pemimpin harus mau dan pampu menghargai status sosial anggotanya, bila tidak, maka akan timbul konflik-konflik baik terbuka maupun tertutup pada organisasi yang dipimpinya. Refleksi: Dalam dinamika kelompok pemimpim harus mampu dan mau memahami diri sendiri dan orang lain agar dengan mudah mengadakan hubungan antar manusia (interaksi) dan hubungan kerjasama. Sedangkan tiap anggota kelompok mengharapkan pengakuan dan respek dari pemimpin dan anggota yang lain. Coba diskusikan konflik-konflik yang terjadi sekarang ini, gejala apa yang sebenarnya terjadi dan apa pemicunya, apa saran saudara kepada para pemimpin dan seandanya saudara pemimpin apa yang saudara lakukan. 4. Komunikasi Sebagai pusat kekuatan dan dinamisator bagi organisasi, pemimpin harus selalu berkomunikasi dengan semua pihak, baik melalui informasi formal maupun informal. Kemaheran menjalin komunikasi mutlak dibutuhkan, bagi seorang pemimpin yang ingin sukses dalam kepemimpinannya. Komunikasi ialah kapasitas individu atau kelompok untuk menyampaikan perasaan, pikiran, dan kehendak kepada individu dan kelompok lain. Dalam berkomunikasi perlu memperhatikan teknik-teknik komunikasi antara lain: 1. Manfaat komunikasi, sebagai apa komunikasi itu dilakukan apa sebagai loyalitas, efisiensi, ikut memiliki atau untuk semangat korps 2. Arus komunikasi, behubungan bagaimana cara menyampikan informasi, emosi, dan keinginan, apakah secara horizontal, vertikal atau kombinasi dan bagaimana kualitasnya, cepat, lama, kuat atau lemah. 3. Kebijaksanaan komunikasi, menyangkut: hirarki nilai kepentingan informasi, parsial atau bagian demi bagian, detail atau garis besarnya, tujuan atau alasan informasi, dan jariangan informasi yang dilalui. 4. Persyaratan komunikasi, dalam komunikasi perlu suasana bebas, gembira, tanpa tekanan, tanpa prasangka, lapang dada, menghargai kelebihan dan memaafkan kelemahan orang lain, mau mendengar pendapat dan ikut merasakan perasaan orang lain. 5. Tipe komunikasi, menyangkut bagaimana bentuk komunikasi yang lakukan, apakah bentuk rantai, roda, bintang, searah atau dua arah. Tugas: Kasus 1: Di suatu sekolah tedapat tiga kelompok orang, kelompok pertama guru yang pendiam acuh dan bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan, kelompok ke dua kelompok guru tipe komentator, bila diberi tugas malas mengerjakan bekerja semaunya sendiri, kelompok yang ke tiga kelompok disiplin, rajin, kreatif dan inovatif selalu menjalankan tugas dengan baik. Dengan keadaan ini sering terjadi konflik baik terbuka atau tertutup. Seandainya saudara sebagai kepala sekolah apa saja yang saudara lakukan. Kasus 2 Saudara sebagai kepala sekolah, suatu saatada pejabat pentingingin menitipkan putranya disekolah sebagai GTT, latar belakang pendidikan calon GTT tersebut bukan bidang pendidikan yang dibutuhkan di sekolah saudara. Di sekolah ada tiga kelompok guru yang memiliki pandangan yang berbeda terhadapa kasus yaitu; kelompok penentang menganggap kurang prosedural sehingga menolak, kelompok dua tidak peduli, kelompok ketiga kelompok penakut kuwatir bila menolak berimbas pada diri dan sekolah. Apa yang saudara lakukan menghadapi persoalan ini? 5. PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pengambilan keputusan merupakah aktifitas yang sulit dalam manjemen, namun merupakan usaha yang paling penting dilakukan oleh seorang pemimpin. Apalagi di tengah masyarakat yang pluralistic yang memiliki macam-macam idiologi, kemauan, kemampuan dan kepentingan sendiri-sendiri yang tentunya akan banyak terjadi keanekaragaman rivalitas, konflik/ pertentangan. Hal ini seorang pemimpin harus mampu dengan tangkas, cermat, cepat, tepat dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Menurut H.A. Simon dalam bukunya Administrative Behaviour (1977), ada tiga proses dalam mengambil keputusan yaitu; 1. Inteligence activity; yaitu penelitian situasi dan kondisi dengan wawasan yang intelligent 2. Design acivity; yaitu proses menemukan masalah, mengembangkan pemahaman dan menganalisis kemungkinan pemecahan masalah serta tindakan lebih lanjut 3. Choise activity; memilih salah satu tindakan dari sekian banyak alternative. Stuart Chase mengemukakan ada enam cara untuk menentukan alternatif dalam mengambil keputusan yaitu; 1. Memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Memohon restu dan nasehat dari orang bijak 3. Mendasarkan diri dari firasat dan intuisi sendiri 4. Menggunakan akal sehat atau common sense 5. Melandaskan diri pada daya fakir yang logis 6. Menggunkan cara-cara penyelesaian ilmiah; yaitu disertai penelitian, daya faktual, analisis, verifikasi dan bukti-bukti. Dari pendapat tersebut di atas maka langkah-langkah untuk mengambil keputusan adalah sebagai berikut: 1. Diagnosa dan mendefinisikan masalah 2. Mengumpulkan dan menganalisis fakta 3. Mengembangan beberapa alternatif permasalahan 4. Mengevaluasi alternatif yang dikembangkan 5. Memilih satu alternatif yang terbaik 6. Mejatuhkan keputusan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas diharapkan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan tidak gegabah, tetapi akan menghasilkan keputusan yang bijaksana. 6. KEMAMPUAN BERDISKUSI Diskusi merupakan semacam pembicaraan secara bebas yang diarahkan untuk memecahkan suatu masalah. Hal ini sangat penting dilakukan oleh seorang pemimpin dalam suatu organisasi atau unit kerja. Diskusi bertujuan untuk: 1. Memikirkan beberapa alternatif pemecahan, yang diperlukan dalam mengambil keputusan 2. Mendapatkan informasi dan data selengkap mungkin, dan memikirkan cara menyelesaian masalah seefisien mungkin. Dengan menguasai keeam tekhnik kepemimpinan yang telah diuraikan di atas maka seorang pemimpin akan dapat melaksanakan kememimpinan yang demokratis, bukan otokratis ataupun kepemimpinan abnormal yang lain. Coba identifikasikan ciri kepemimpinan yang Demokratis KEPEMIMPINAN DAN MASALAH KONFLIK A. PENGERTIAN KONFLIK Pluralisme, keanekaragaman dan perubahan merupakan realita kehidupan. Dalam masyarakat ketiga hal tersebut menumbuhkan adanya perbedaan tujuan, nilai, dan pandangan atau paham yang menimbulkan pertentangan dan benturan antara individu atau kelompok sebagai proses pendewasaan diri. Istilah konflik dapat disamakan dengan pertentangan atau bentrokan. Pertentangan menggambarkan ketidakcocokan, ketidakselarasan, dan ketidakakuran. Sedangkan kata bentrokan merupakan ungkapan rasa tidak senang, tidak puas, kesal hati, dan marah akibat dari ketidakcocokan, ketidakselarasan dan ketidakakuran tersebut. Konflik dapat diterjemahkan sebagai oposisi interaksi yang antagonis, benturan antara macam-macam paham, perslisihan, kurang mufakat, ketidakcocokan, ketidakselarasan, ketidakakuran , dan pertentangan dalam kehidupan masyarakat. Ada tiga pengertian konflik; yaitu konflik negatif, konflik netral dan konflik positif. 1. Konflik negatif; konflik yang dikaitkan dengan sifat-sifat animalistik, kebuasan, kekerasan, barbarisme, destruktif, pengrusakan, irrasionalisme, emosional, hura-hura, perang dsb. 2. Konflik netral; konflik yang diartikan sebagai akibat yang biasa dari keanekaragaman dari individu yang berbeda, sifat dan tujuan yang berbeda. 3. Konflik positif; konflik yang dihubungkan dengan peristiwa petualangan, hal-hal baru, inovasi pembersihan, pemurnian, pembaharuan, kreasi, pertumbuhan, perkembangan, rasionalitas yang dialektis, penerangan batin dan mawas diri. B. DASAR FILOSOFI KONFLIK DAN PENDEKATAN PEMIMPIN TERHADAP KONFLIK Konflik merupakan realita kehidupan, untuk itu perlu penanganan dan manajemen yang tepat untuk menghadapinya. Ada tiga pandangan atau pendekatan pemimpin terhadap konflik, yaitu: 1. Pendekatan Pemimpin yang Tradisional; memandang bahwa konflik itu sifatnya negatif, destruktif, dan merugikan. Karena itu konflik harus dilenyapkan demi kerukunan dan harmoni hidup. Dalam pandangan ini setiap individu dituntut untuk selalu adaptasi (penyesuaian diri) terhadap orang lain, patuh, tunduk merupakan tuntutan, perbedaan pendapat, tidak setuju, menentang merupakan hal yang tabu. Menerapkan kepemimpinan yang paternalistik. Masyarakat dibangun dengan fundamen anti-konflik mengedepankan keseragaman dan menyatakan konflik menyebapkan ketidakpuasan, perpecahan dan kerusakan. 2. Pendekatan Pemimpin yang Behavioral atau Netral; memandang konflik sebagai ciri hakiki tingkah laku manusia, yang bersumber dari perbedaan kodrati masing-masing individu dan kelompok. Kaum behavioris merasionalisir konflik, dengan tujuan untuk mengurung, membatasi, dan menjinakkan konflik sebagai unsur netral atau sebagai hal yang biasa dan tidak berbahaya. Namun ia ragu-ragu bila diharapkan untuk mengelola konflik . 3. Pendekatan Pemimpin yang Modern atau instraksional; Memandang konflik sebagai suatu yang positif, konstruktif dan fungsional, dengan pendekatan yang positif dan aktif. Dan menyatakan konflik sebagai berikut: • Konflik itu penting dan perlu dalam kehidupan • Secara ekspilsif konflik itu merangsang oposisi • Orang harus mengembangkan manajemen konflik, menstimulir (merangsang timbulnya) konflik, dan mampu memecahkanya dengan manajemen konflik. • Manajemen konflik merupakan tanggungjawab pemimpin dan manajer. Lebih lanjut kaum instraksionis menyatakan bahwa organisasi yang tidak mendorong adanya konflik, cenderung akan macet, mengalami stagnasi, tidak mampu mengambil keputusan dengan tepat, condong menjadi dekaden merosot dan mundur. Konflik dalam batas yang wajar dan rasional akan mencerminkan adanya demokrasi, kebinekaan, perbedaan, keragaman, perkembangan, pertumbuhan, progres, aktualisasi-diri dan transendensi-diri. Setiap perubahan pasti berlangsung melalui benturan dan konflik-konflik dari unsur-unsur yang bertentangan, elemen lama kontra dengan elemen baru, maka interaksi dari benturan tadi akan mebuahkan, situasi baru serta perubahan-perubahan C. TEHNIK MERANGSANG TIMBULNYA KONFLIK Konflik dapat distimulir dengan cara; 1. komunikasi diputuskan atau dikacaukan, 2. struktur organisasi dikacaukan, 3. menempatkan orang-orang neuritis ringan pada posisi penting, 4. memperbesar dan memperkuat perbedaan tujuan dan sasaran dalam individu atau kelompok. Konflik bisa berlangsung setiap saat pada tingkatan organisasi manapun, dan tidak dapat dihindari dan tidak dapat dimusnahkan. Untuk itu perlu dikembangkan seni mengelola konflik, dengan jalan; • Membuat standar penilaian • Menemukan masalah-masalah kontroversil dan konflik • Menganalisis situasi dan mengadakan evaluasi terhadap konflik • Memilih tindakan-tindakan yang tepat untuk melakuan koreksi terhadap penyimpangan dan kesalahan-kesalahan. Adapun seni manajemen konflik adalah sebagai berikut: • Menstimulir konflik • Mengendalikan, sekaligus • Menyelesaikan secara sistematis tanpa menimbulkan banyak korban dan kesusahan. D. ALAT-ALAT MANAGEMEN KONFLIK Apabila konflik sudah terjadi, maka seorang pemimpin harus segera mengatasi dengan alat/ cara sebagai berikut; 1. Memecahkan dengan sikap kooperatif; kelompok yang bertikai, berunding, diskusi, melepas perbedaan dan beriktikat baik untuk mengatasi konflik 2. Mempersatukan tujuan; dengan jalan kooperatif dan rasa solideritas yang tinggi dan saling mempercayainya 3. Menghindari konflik yang lebih besar 4. Ekspansi dari sumber energi; memberikan hal yang pertentangkan yang bisa menyenangkan semua pihak 5. Memperhalus konflik; memperkecil perbedaan dan memperbesar persamaan 6. Kompromi; saling berjanji, kedua belah pihak melepaskan sebagian tuntutanya 7. Tindakan orang otoriter; otoritas, kewibaaan dan sukap tegas seorang pemimpin. 8. Mengubah struktur individu dan struktur organisasi; memindahkan anggota, membentuk badan koordinasi dan sistem apel, memperkenalkan system konsultasi, memperluas partisifasi aktif anak buah. Tugas: Coba identifikasikan pendekatan kepemimpinan kita selama ini dalam memandang konflik, dan bagaimana hasilnya, konflik barukah atau terselesaikan atau yang lain. E. STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK Manajemen konflik merupakan strategi resolusi yang digunakan untuk mencegah konflik menjadi destruktif melainkan menjadikan konflik menjadi keadaan konstruktif dalam mencapai tujuan organisasi. Ada beberapa strategi yang digunakan pemimpin dalam menangani/menajemen konflik yaitu: 1. strateri kalah-kalah 2. strategi kalah-menang 3. strategi menang-kalah 4. kompetisi 5. kolaborasi 6. kompromi 7. penghindaran 8. penyesuaian 9. negosiasi 10. pemecahan masalah secara integratif 11. perancangan ulang organisasi konfrontasi 12. perbaikan praktek organisasi. Bedasarkan strategi manajemen konflik yang dikemukakan para ahli tersebut di atas, para pemimpin dapat menerapkan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut; Penggunaan strategi manajemen konflik: NO STRATEGI SITUASI PROSEDUR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kompetisi Kolaborasi Kompromi Penghindaran Penyesuaian Negosiasi Pemecahan masalah scra integratif Perancangan ulang organisasi konfrontasi Perbaikan praktek organisasi Cepat, menentukan, vital, darurat, isu penting, perilaku tidak kompetitif, ada suatu pihak yang ingin menang Ketika keduanya peduli untuk kompromi, kepentingan belajar perbedaan perspektif, mencapai konsensus, persahabatan Kolaborasi tidak sukses Ada isu yang lebih penting, ada yang dapat mengatasi lebih efektif Mmprthnkn keharmonisan&stblitas belajar dari kesalahan Masing2 memiliki kemauan utk mnyelsikan konflik. Tak ada waktu untuk mendapatkan solusi secara cepat Sumber konflik berasal dari kondisi kerja, aktftas mmbthkn kordinator unit/departemen Konflik berkaitan dengan praktek-praktek organisasi Kekuasaan digunakan menyelesaikan konflik Pihak-pihak yg konflik diminta utk saling mmahmi, mnntukan solusi baru&menghasilkan komitmen dan keputusan Dikompromikan, ada tawar mnwar, mmnfatkan pnengah Pimpinan menghidari pihak-pihak yang diisukan berkonflik Keharmonisan perlu dikdepankan dari pd solusi yg dihslkn Mnmukan solusi yg saling mngntungkan Mengintegrasikan pihak-pihak yang berkonflik untuk menemukan solusi secaara integratif Memanfaatkan mediator Putarlah personil, buatlah sistem penghargaan yang sehat, program pelatihan berkelanjutan F. PRINSIP-PRINSIP PELAKSANAAN MANAJEMEN KONFLIK Ada beberapa prinsip / tips yang pelu diperhatikan oleh pemimpin dalam melaksanakan manajemen konflik antara lain: 1. Perlakukan Secara Wajar dan Alamiah; konflik menjadi bagian dari suatu organisasi, tidak perlu dihindari tetapi perlu dihadapi pimpinan melalui manajemen konflik. 2. Pandanglah Sebagai Dinamisastor Organisasi; organisasi tanpa konflik berarti diam, statis dan tidak mencapai kemanjuan yang diharapkan. Namun konflik yang ada harus menjadi hal yang positif untuk menghasilkan perubahan sekaligus mendukung perkembangan dan pencapaian tujuan. 3. Media Pengujian Kepemimpinan; Kepemimpinan akan diuji ketika menghadapi konflik. Melalui manajemen konflik seorang pemimpin akan memiliki kepemimpinan yang dapat diandalkan, untuk membawa roda organisasi secara dinamis positif dalam mencapai tujuan di masa mendatang. 4. Fleksibilitas Strategi; Dalam menggunakan strategi manajemen konflik, seorang pemimpin harus fleksibel, artinya pemilihan strategi sangat tergantung kepada; • Jenis materi konflik, dan sumber penyebapnya • Karakteristik pihak-pihak yang berkonflik • Sumberdaya yang dimiliki dan pendukung • Kultur masyarakat dan iklim organisasi • Antisipasi dampak konflik • Intensitas dan keluasan konflik Tugas; 1. Coba identifikasikan strategi mana yang diambil pemerintah kita dalam menangani konflik Aceh selama ini, bagaimana pendapat saudara. 2. Konflik yang marak saat ini adalah penggusuran lahan bagaimana pendapat saudara untuk menanggani masalah ini 3. Bagaimana manajemen konflik yang prnah dilakukan para Politikus kita dalam menangani konflik PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN MAHASISWA A. KEPEMIMPINAN MAHASISWA Pemimpin dan kepemimpinan mahasiswa memegang peranan penting dalam gerakan pembaharuan negara, karena mahasiswa merupakan kekuatan sosial, kekuatan moral, kekuatan politik, juga kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam sejarah, kepemimpinan mahasiswa berperan dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia, memikul tugas besar dalam pembangunan negara, dipersiapkan untuk menduduki strata elit politik, menentukan haluan negara di masa mendatang, kelompok oposisional paling aktif terhadap pemerintah, kaum intelegensia yang efektif dan revolusioner. Untuk memahami aktivitas dan pola kepemimpinan mahasiswa, diperlukan beberapa pendekatan dalam menganalisisnya antara lain: 1. Pendekatan psikologis; didasari adanya pengaruh-pengaruh yang menekan yaitu; a. Pengaruh tekanan keluarga, b. Tekanan-tekanan dari masyarakat modern dari ekses negatif yang keras, kompetitif, komsumtif, indivudualistis, egoistis, ekstrim, semau sendiri, serta memuja macam-macam paham liberalisme c. Tekanan politik; yang memunculkan kesadaran akan banyaknya kondisi sosial politik yang tidak mapan dan merugikan rakyat kecil, mendorong kontrol sosial, kritik keras, dan oposisi mahasiswa d. Tekanan dari kebudayaan masyarakat makmur, yang mendarong pola hidup santai, hidup senang tanpa susah payah, perjudian, kriminal dan kebudayaan teler, seks bebas. Keadaan ini mendorong mahasiswa untuk melakukan oposisi dan kritik atas kebobrokan masyarakat e. Tekanan oleh proses pendewasaan diri, yang mendorong untuk menonjolkan diri, pengakuan sosial serta ikut aktif dalam kontrol sosial dan partisipasi politik aktif. 2. Pendekatan ekonomis; adanya jurang antara si kaya dan si miskin yang menimbulkan kecemburuan sosial, ketegangan sosial, ketidakadilan, kesengsaraan masyarakat miskin, dan minimnya lapangan pekerjaan memperkaya pengangguran. Kondisi yang demikian ini mendorong aksi unjuk rasa, demontrasi dan protes ke luar kampus. 3. Pendekatan secara sosiologis; menitik beratkan terbentuknya kekuatan sosial, eliter dan kekuatan politik, memunculkan ideologi serta politik atas berdirinya organisasi mahasiswa yang berperan sebagai katalisator perubahan di masyarakat. 4. Pendekatan politik; secara khusus menyoroti motivasi dan ideologi politik yang mendorong aksi-aksi mahasiswa. B. TUJUAN KEPEMIMPINAN MAHASISWA Organisasi kepemimpinan mahasiswa bertujuan antara lain untuk; a) Mempercepat proses pendewasaan b) Menunjang proses belajar c) Arena untuk mengadakan latihan mental d) Belajar menjalin komunikasi yang baik e) Belajar memahami gejolak dan masalah sosial yang aktual yang melanda masyarakat f) Melakukan kegiatan kreatif dan rekreatif. C. TIPE PEMIMPIN MAHASISWA Antar kelompok mahasiswa terkait erat dengan pemimpinya. Jenis kelompok akan memilih tipe kepemimpinanya sendiri yang cocok dengan ambisi kelompoknya. Dan pribadi pemimpin menentukan semangat kelompok yang dipimpinya. Maka akan muncul tipe-tipe kepemimpinan mahasiswa sebagai berikut: a) Pemimpin mahasiswa yang otoriter; sifatnya keras, tidak boleh disanggah, mengharuskan, menekan , komunikasi berlansung satu arah bedasarkan komando, tidak menerima kritik, ide-ide dan rencana sendiri dianggap berhasil, kerahasian dijunjung tinggi dan disiplin kerja yang keras. b) Pemimpin mahasiswa yang demokratis; mendasarkan interaksi kolaborasi, kebebasan yang teratur, adanya partisipasi aktif dari anggota, terbuka, komunikasi multi arah, mengutamakan tercapainya tujuan kelompok, memberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan potensi anggota c) Pemimpin mahasiswa yang laissez faire; pemimpin membiarkan anggotanya untuk bertingkah laku semau sendiri tanpa memberi perintah, pengarahan dan bimbingan. Tidak berani mengambil keputusan, konflik dibiarkan berlarut-larut, masing-masing anggota tidak mau dipimpin, tim kerja tidak ada, motivasi berjuang tipis dan berbuat seselera masing –masing. d) Pemimpin mahasiswa yang solider; bersikap solider, mengidentifikasikan diri dengan semangat dan harapan anggota kelompoknya, mengutamakan loyalitas/kesetiaan dan kekompokan, pemimpin dipilih oleh anggota berdasarkan aturan yang telah disepakati. e) Pemimpin mahasiswa yang resmi; pemimpin yang ditunjuk langsung oleh pimpinan kampus dengan tugas mengemban misi khusus, hanya melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan pesan-pesan pimpinan. f) Pemimpin konsultan; bertugas sebagai penasehat, pengarah, mendidik mendorong, memberi motivasi, mengembangkan sikap-sikap mental, menanamkan ide-ide/ ideologi dan pengetahuan baru. g) Pemimpin murni ilmiah; pemimpin yang mengkonsentrasikan diri pada prestasi ilmiah, kegiatan kurikuler, studi kelompok, eksperimen, penelitian ilmiah, studi tour, diskusi dan seminar serta konfrensi, mengejar ketinggalan dibidang sains dan teknologi. h) Pemimpin yang berorientasi pada rekreasi dan pola santai; pemimpin yang didukung oleh anggota kelompok yang pola hidupnya santai, rileks, rekreatif, senang menikmati kebebasan. Refleksi; Mengapa para mahasiswa cenderung menjadi oposisi dan control social masyarakat dan pemerintah. Sebagai mahasiswa coba identifikasikan kepemimpinan mahasiswa yang ada dan diterapkan di Kampus saudara. Dan apa pendapat saudar KEPEMIMPINAN MILITER A. CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN MILITER Ciri khas kepemimpinan militer dengan yang lain adalah antara lain; otoritas dengan tradisi komando, esprit de corps dengan kerjasama yang kompak, dan disiplin yang tinggi dengan penuh kepatuhan serta mengutamakan efisiensi dan efektifitas. Dengan ciri yang demikian ini, maka kepemimpinan militer akan muncul bila; institusi politik belum sehat, kekuatan sosial berpecah-pecah, integrasi nasional terancam, politisasi sosial masyarakat meningkat namun lemah, berantakan, kisruh, tidak sehat, dan kacau. B. SIFAT-SIFAT KEPEMIMPINAN MILITER Sifat-sifat kepemimpinan militer yang sangat menonjol adalah: 1. Otoriter lewat komando dan asas efisiensi 2. Ada disiplin tinggi dan esprit de corp yang kuat, serta pengabdian penuh pada tugas 3. Interaksi yang searah, disertai kepatuhan total terhadap komando dengan penentuan tugas-tugas yang jelas, dan rasa tanggungjawab yang besar 4. Memiliki daya tahan fisik dan mental yang tinggi, daya reaksi yang cepat, hati-hati, cermat dan teliti 5. Memiliki loyalitas dan integritas tinggi, yang dilambari sifat kejujuran 6. Bertsikap terbuka terhadap perubahan, progres, ide-ide baru, inovasi dan modernisasi 7. Efisien secara teknis dan taktis 8. Kompetensi pada profesionalisasi. C. KEPEMIMPINAN MILITER DARI MASA KE MASA Kepemimpinan militer dari masa ke masa di negara kita tidak lepas dari proses perkembangan Bangsa dan Negara kita. Peran kepemimpinan militer mengalami perubahan sejalan dengan kondisi Bangsa dan Negara antara lain: 1. Kepemimpinan saat awal perjuangan fisik melawan penjajah; militer tediri dari pemuda golongan kelas menengah ke bawah yaitu para pelajar, mahasiswa, pegawai muda, pemuda kampung dan desa, dengan motivasi loyalitas dan sukarela untuk merebut kemerdekaan dari kaum penjajah. Pimpinan muncul secara alami dari angota kelompok yang dianggap memiliki kelebihan dari yang lain tanpa dipilih atau diangkat dari pemerintah. 2. Kepemimpinan saat awal kemerdekaan; menjadi tentara rakyat dengan ideologi kemerdekaan bangsa, bebas dari penindasan, kebebasan individual, demokrasi, emansipasi, persamaan dan persaudaraan. Setelah pimpinan sipil (Sukarno Hatta) ditangkap tahun 1948, kepemimpinan Negara umumnya dipegang oleh tokoh-tokoh militer seperti Jenderal Sudirman, A.H Nasution, Gatot Subroto dll 3. Kepemimpinan masa pembangunan 4. Kepemimpinan masa reformasi 5. Kepeminpinan pasca reformasi …. ? Mari kita diskusikan kepemimpinan kita KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PANCASILA A. KEPEMIMPINAN PANCASILA Kepemimpinan Pancasila ialah bentuk kepemimpinan yang selalu menyumberkan diri pada nilai-nilai luhur dari norma-norma Pancasila dan nilai kepemimpinan luhur yang diwariskan nenek moyang kita dan dipadukan dengan nilai modernisasi yang positif, antara lain demokrasi, rasional, kritis, efisien, efektif dan berdisiplin tinggi. B. SUMBER KEPEMIMPINAN PANCASILA Sumber kepemimpinan Pancasila antara lain adalah: a) Nilai-nilai positif dari modernisasi b) Nilai-nilai dan norma-norma kepemimpinan yang ditulis oleh para nenek moyang, raja, pujangga dan pejuang yang relevan c) Refleksi dan kontemplasi mengenai hakikat dan tujuan hidup pada era pembangunan dan zaman modern. C. KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN PANCASILA Kepemimpinan Pancasila berazaskan hal-hal sebagai berikut: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa; Pemimpin Indonesia dituntut memiliki keyakinan beragama, keimanan dan ketaqwaan yang teguh terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian para pemimpin akan memiliki kebersihan dan kesucian batin yang akan membuat menjadi heneng, hening, heling dan awas-waspada. Heneng (tenang) seorang pemimpin harus tenang, tidak pernah gentar, tidak mudah gugup dalam menghadapi persoalan, tapi selalu tabah dan selalu berusahan mencari solusi yang terbaik. Hening (bersih, suci, sejati); seorang pemimpin harus lurus, tulus, ikhlas, jujur terhadap diri dan orang lain, penuh pengabdian dan pelayanan terhadap rakyatnya. Heling (ingat, sadar, insaf); seorang pemimpin harus selalu ingat akan sifat luhur, baik dan jujur dan insaf akan sikap serakah, munafik, jahat dan lainya akan selalu membawa petaka dan bencana. Awas (melihat) waspada; seorang pemimpin harus mampu melihat sesuatu dengan jelas, terbuka, melihat peluang untuk merecanakan kegiatan dengan tepat, cakap, cerdik banyak akal mahir dan ahli dan waspada dalam menghadapi segala tantangan hambatan dan kesulitan. 2. Hing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan); seorang pemimpin harus berani di depan sebagi ujung tombak dan tameng dalam menjalankan program dan sebagai tauladan yang baik. Seorang pemimpin di depan juga harus memiliki sifat teguh, tanggon dan tanggung; teguh (memiliki kesentosaan batin) dalam menghadapi segala bahaya dan tantangan. Tanggon (memiliki hati yang kokoh) tidak gampang tergoda dengan kemilauan dunia. Tanggung (tanggung jawab). 3. Hing madyo mangun karso (di tengah membangun motivasi dan kemauan); Seorang pemimpin harus menempatkan diri ditengah-tengah anak buah dengan merasa senasib dan sepenanggungan, mampu menyelami kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak buah, sehingga mampu manggugah dan membangkitkan gairah serta motivasi dan etik kerja yang tinggi. 4. Tutwuri handayani (di belakang memberi kekuatan atau dorongan) Seorang pemimpin, ketika dibelakang ia harus mampu memberikan nasehat, bimbingan, petunjuk dengan rasa kasih sayang dan memberikan dorongan agar berprakarsa kepada anak buah dan percaya diri serta memberikan kekuaran moril dalam setiap langkah tindakan anak buah. 5. Waspada purba wasesa (waspada dan berkuasa wasesa); Seorang pemimpin harus memiliki ketajaman dalam melihat masa depan, berfikir masa mendatang dan berusaha untuk mempersiapkannya. Purba; dan mampu mencipta dan mengendalikan serta menguasai hal yang menjadi tanggung jawabnya, Wasesa serta memiliki kelebihan dan keunggulan untuk mampu membina, mengarahkah dan menguasai orang yang dipimpinya. 6. Ambeg paramarta; seorang pemimpin harus memiliki sifat pemurah, mulia, dermawan, murni, baik hati dan adil. Juga harus dapat memberikan pengajaran, memberi kebahagiaan, kesejahteraan, tidak sewenang-wenang, sombong dan kejam terhadap anak buah (tepa selira). 7. Ambeg prasaja; Seorang pemimpimpin harus bersikap sederhana, tidak berleh-lebihan dan tidak tamak. 8. Ambeg satya; pemimpin harus bersifat setia, menepati janji dan selalu memenuhi segala ucapanya, serta sunggung-sungguh/tulus dalam menjalankan tugasnya dan loyal kepada organisasi yang dipimpinya. 9. Geni, nastiri, ati-ati; seorang pemimpin harus hemat, cermat teliti dan berhati-hati. 10. Legowo; seorang pemimpin harus rela dan tulus ikhas untuk memberikan pengorbanan demi kebaikan dan kesejahteraan organisasi. 11. Terbuka (komunikatif) 12. Bersifat satria; pemimpin harus berbudi pekerti yang luhur dan terpuji, mampu mengendalikan diri, mengutamakan kepentingan umum dari kepentingan pribadi dan golongan. Refleksi; Coba telaah kepemimpinan kondisi sekarang dengan kepemimpinan Pancasila, adakah pergeseran. Menurut pendapat saudara apakah kepemimpinan Pancasila itu kuno atau kepemimpinan sekarang perlu kembali ke jati diri bangsa Indonesia yang kita idam -idamkan? Atau ada jalan yang lain.

 

2 Responses to “Kepemimpinan Pendidikan”

  1. Okem Berkata

    klo mo ngeblog, rapiin tulisannya Om…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.